Setelah melakukan first drive untuk Hyundai Creta, Tempo berkesempatan test drive SUV baru ini selama empat hari.

Dalam test drive kali ini, kami tidak hanya mencobanya untuk perjalanan dalam kota, tetapi juga mengujinya di jalanan berbatu dan menanjak.

Kami akan memberikan ulasan mengenai kenyamanan berkendaranya, performa mesin, hingga konsumsi bahan bakar Hyundai Creta.

Kenyamanan dan Keselamatan Berkendara
Selama menggunakan Hyundai Creta untuk harian, kami merasakan mobil ini mampu memberikan kenyamanan dan keamanan berkendara yang mumpuni.

Soal kenyamanan, berada di balik kemudi Hyundai Creta terasa menyenangkan berkat suasanya kabin yang luas dan juga dilengkapi sistem infotainment yang sudah mendukung Apple CarPlay dan juga Android Auto.

Perjalanan juga terasa mengasyikkan berkat hadirnya sunroof yang membentang dari kursi baris pertama hingga baris kedua. Kehadiran sunroof ini juga membuat suasana kabin menjadi lebih lega dan membuat perjalanan menjadi tidak membosankan, khususnya bagi penumpang.

Kenyamanan kabinnya cukup baik digunakan melibat jalanan rusak atau jalan berbatu. Suspensi yang digunakan mampu memberikan daya redaman yang baik dan tidak memberikan guncangan yang berlebih. Kekedapan kabin juga terbilang bagus, walaupun saat tutup sunroof dibuka, dalam kondisi hujan, percikan air hujan di sunroof sedikit berisik.

Dari sisi keselamatan, Hyundai Creta sudah dibekali Hyundai SmartSense yang berisi sejumlah fitur keselamatan seperti Cruise Control, Lane Keeping & Lane Following Assist (LKA & LFA), hingga Driver Rear View Monitor (DRVM) dan Rear Cross-Traffic Collision Avoidance Assist (RCCA).

Fitur seperti Cruise Control dan LKA & LFA ini sangat membantu saat mengemudi di jalan tol. Kedua fitur ini memungkinkan kita untuk melaju di jalan tol tanpa perlu menginjak gas dan fitur LKA & LFA mampu membuat mobil tetap berada di jalur dan pengemudi tidak perlu mengemudikan setir. Teknologi ini membuat Hyundai Creta menjadi semi otonom, namun pengemudi tetap harus siaga meskipun sedang menggunakan fitur ini.

Kemudian fitur DRVM pada Creta sangat membantu saat parkir atau saat mobil berjalan mundur. Selain itu, fitur RCCA juga semakin membantu karena akan memberikan peringatan apabila ada kendaraan atau objek di belakang mobil saat sedang mundur. Namun menurut kami, fitur RCCA ini sangat sensitif, karena meskipun objek di belakang cukup jauh, sistem bahkan mendeteksinya seperti objek dekat dan langsung mengerem secara otomatis.

Teknologi Hyundai SmartSense juga terdapat fitur Blind Spot Collision Avoidance Assist (BCA), yang membantu pengemudi untuk mengetahui kondisi di sekitar mobil. Jadi saat kita hendak berbelok dan memberi tanda lampu sein, akan ada bunyi peringatan apabila ada kendaraan lain dari sisi kiri atau kanan kendaraan. Berkat fitur ini, pengemudi menjadi lebih waspada dan berhati-hati saat berpindah jalur atau berbelok.

Terlepas dari semua catatan dari kenyamanan dan keselamatan berkendara menggunakan Hyundai Creta, fitur-fitur yang ada di SUV ini sangat membantu pengemudi saat mengemudi dan tentunya mampu memberikan keamanan yang ekstra bagi pengemudi dan penumpang.

Performa Mesin
Unit Hyundai Creta yang kami gunakan adalah tipe Prime yang dibekali mesin 4 silinder SmartStream berkapasitas 1.500cc. Lewat transmisi otomatis Intelligent Variable Transmission (IVT), mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimal 115 PS dan torsi 143,8 Nm.

Selama kami menggunakan SUV ini, performa mesin yang dihasilkan sangat cukup untuk penggunaan sehari-hari, dan terbilang powerful saat dipacu dalam kecepatan tinggi. Hyundai Creta sendiri memiliki empat mode berkendara, yakni Eco, Normal, Sport, dan Smart. Pada mode Sport, kami merasakan sensasi tenaga mesin yang kencang, apalagi menggunakan paddle shift, yang mana setiap giginya memiliki interval yang panjang.

Tidak hanya pada mode Sport, saat menggunakan mode Eco, Normal, atau Smart, tenaga yang disemburkan mesin juga terbilang powerful. Hanya saja, memang ada perbedaan yang cukup signifikan dalam hal tarikan awal saat menggunakan mode Sport dengan tiga mode berkendara lainnya.

Penggunaan transmisi IVT pada Hyundai Creta ini juga menjadi salah satu faktor powerfulnya mesin mobil ini. Product Expert PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Bonar Pakpahan sempat mengungkapkan bahwa penggunaan transmisi IVT ini tidak hanya membentuk rasio gigi yang lebar, tetapi juga tak terhingga (Infinite).

Selain itu, saat kami mencoba di jalur Puncak Bogor, di mana jalur kami melewati jalur tanjakan yang cukup ekstrim. Hasilnya, Hyundai Creta mampu mengatasi jalur tersebut, meskipun dalam kondisi macet di tanjakan. Kami juga terbantu dengan adanya fitur Auto Hold yang membuat mobil tidak akan mundur meskipun pengemudi tidak menginjak rem.

Konsumsi Bahan Bakar
Terkait konsumen bahan bakar Hyundai Creta untuk penggunaan dalam kota, kami mencatatkan sebesar 13 kilometer per liter dengan menggunakan mode berkendara Normal. Angka tersebut didapat setelah kami menempuh jarak sekitar 71 kilometer, dengan rute yang dilewati jalan raya dan juga jalan tol.

Saat kami menggunakan perpaduan mode Normal dan Sport, kami mencatatkan konsumsi BBM sekitar 11,7 kilometer per liter. Mode Sport kami gunakan saat melintasi jalan tol dengan mamacu kendaraan di kecepatan tinggi. Angka ini membuat Hyundai Creta terbilang cukup irit BBM untuk penggunaan harian.u

Hasil pengetesan konsumsi BBM Hyundai Creta ini dapat berbeda pada setiap orangnya. Pasalnya, konsumsi BBM suatu kendaraan ini bergantung pada sejumlah faktor, seperti bahan bakar yang digunakan, cara berkendara, kondisi lalu lintas, muatan mobil, hingga tekanan angin ban.

Itulah impresi kami setelah test drive menggunakan Hyundai Creta selama kurang lebih empat hari. Secara kesimpulan, SUV andalan Hyundai ini cocok untuk penggunaan harian, selain karena irit BBM, mobil ini juga memiliki fitur keselamatan yang melimpah dan juga tampilan yang sporty serta futuristik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.